Jumat, 29 Mei 2009

Biografi Titik Puspa

Titiek Puspa, yang mempunyai nama asli Sudarwati yang diubah menjadi Kadarwati dan terakhir diubah menjadi Sumarti (lahir di Tanjung, Tabalong, Kalimantan Selatan, 1 November 1937; umur 71 tahun) adalah seorang musikus Indonesia.

Karir

Rekaman piringan hitamnya yang pertama dengan label GEMBIRA, berisi lagu Di Sudut Bibirmu, Esok Malam Kau Kujelang, dan duet bersama Tuty Daulay dalam lagu Indada Siririton, iringan musik Empat Sekawan Sariman. Pada pertengahan 1960, Titiek Puspa sempat menjadi penyanyi tetap pada Orkes Studio Jakarta. Saat itu Titiek Puspa banyak mendapat bimbingan dari Iskandar (pencipta lagu dan pemimpin orkes) dan Zainal Ardi (suaminya sendiri seorang announcer Radio Republik Indonesia Jakarta). Sebagai penyanyi yang mulai menanjak popularitasnya, Titiek belum menciptakan banyak lagu dalam albumnya, lagu-lagunya banyak diciptakan misalnya oleh Iskandar, Mus Mualim, ada juga Wedasmara. Barulah pada album Si Hitam dan Pita (1963) yang berisi 12 lagu tiap albumnya semuanya adalah ciptaannya sendiri dan menjadi populer saat itu, selain itu juga album Doa Ibu berisi 12 lagu, 11 lagu adalah ciptaannya dengan 1 lagu ciptaan Mus Mualim. Dari album Si Hitam, lagu yang semakin mempopulerkan namanya adalah Si Hitam, Tinggalkan, Aku dan Asmara. Bisa juga dikatakan bahwa bersama album Si Hitam, album Doa Ibu adalah album yang legendaris karena berisi lagu-lagu Minah Gadis Dusun, Pantang Mundur, yang semakin menancapkan Titiek Puspa sebagai penyanyi dan pencipta lagu Indonesia yang baik

Nama

Nama "Titiek Puspa" diambil dari Titiek yang merupakan nama panggilannya sehari-hari dan Puspa dari 'Puspo' nama bapaknya. Nama ini pula yang diambil untuk nama orkes pengiringnya "PUSPA SARI" yang dipimpinnya sendiri dan mengiringinya menyanyi di awal kariernya.

Awal karir bernyanyinya dimulai di Semarang, kota di mana Titiek Puspa yang kini disebut sebagai diva legendaris oleh Majalah Wanita KARTINI, mengikuti kontes menyanyi "Bintang Radio". Tidak hanya sampai di bidang menyanyi saja, 'eyang Titik' juga menunjukan totalitasnya dalam menggarap beberapa operet yang sempat sangat disukai pemirsa TVRI, seperti operet bawang Merah Bawang Putih,Ketupat Lebaran, Kartini Manusiawi Kartini dan Ronce-ronce.

Konser

Untuk memperingati ulang tahunnya yang ke-70, Titiek menggelar konser bertajuk Karya Abadi Sang Legenda: 70 Tahun Titiek Puspa. Konser ini ditujukan sebagai perwujudan rasa terima kasih Titiek Puspa kepada semua yang terlibat dan pernah bekerja sama dengan Titiek Puspa terhadap negeri ini, khususnya terima kasih tak terhingga untuk penonton dan penggemar Titiek Puspa. Konser yang diriingi musisi Dian HP Orchestra dengan melibatkan Ari Lasso, Andi /rif, 3 Diva (KD, Titi DJ, Ruth Sahanaya), Melly Goeslaw, Vina Panduwinata, Pinkan Mambo, Rio Febrian, Bilqis, Bob Tutupoli, Dewi Sandra, Emilia Contessa, Marini, Euis Darliah, Elvy Sukaesih, Inul Daratista, Warna, Project Pop, Gita Gutawa, dan artis Mamma Mia, turut pula disaksikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono beserta menteri, pejabat negara, dan mantan pejabat negara

Penghargaan

Karya

Diskografi

Album solo

  • Kisah Hidup (1963)
  • PUSPA DEWI (Bali. ARN 1001)
  • Tinggi Gunung Seribu Janji. (Irama. EP-03)
  • Daun Yang Gugur. (Irama. EP-27)
  • Ditinggal Kekasih (Extended Play /Irama. EP 85)
  • Selamat Jalan, Selamat Berpisah (Extended Play /Irama. EP 86)
  • Buka Pintu (Single Play /Irama. SP 50)
  • SI HITAM (Irama. LPI 175116)
  • Sampul Surat (Single Play. /Irama. SP-61)
  • DOA IBU (Irama. LPI 17580)
  • SOK TEU (J&B. JBL 28837)
  • ANEKA GAYA TITIEK PUSPA (Irama. LPI 175126)
  • PITA (Irama. LPI 175138) (1963)

Album bersama

  • MARI BERSUKARIA dengan Irama Lenso (Irama LPI 17588) (1965)
  • GAJAH DUNGKUL -Titiek Puspa, Bing Slamet dan Indonesia Tiga (Bali Rec. BLP7005)

Album kumpulan

  • PAPAYA, MANGGA, PISANG, JAMBU. (Bisikan Alam Maya -Irama.LPI 17522)
  • INI DAN ITU volume 2. (Mata Sapi; Dulu dan Kini. -Mesra.LP-19)
  • KRONCONG PARADE. (Bubuy Bulan; Bengawan Solo. -Pop Sound. 6417-001)

Lagu

[sunting] Filmografi

[sunting] Teater

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar